Rabu, 05 Januari 2011

in my dream


Disebuah Pajama Party, ada seorang kecil yang bernama Sun. Sun melihat Bintang yang memancarkan Cahaya Biru yang terang. Ketika Sun sedang melihat Bintang itu, tiba-tiba ada Falling A Star, melihatnya Sun langsung memejamkan matanya. Sun berharap suatu hari akan ada Miracle. Matahari sudah mengeluarkan cahayanya, Sun pun terbangun dari tidurnya, dan Sun baru menyadari bahwa semua itu hanyalah Mimpi.
Beberapa tahun kemudian, Sun sudah dewasa dan sekarang Sun duduk dikelas 1SMP. Suatu hari ketika Sun pulang Sekolah, Sun melihat acara TV 'Happy Together' diacara itu Sun melihat Video yang mengingatkannya dengan kejadian diPajama Party dalam Mimpinya waktu itu. Video tersebut menerapanka tema Biru, seperti Bintang yang memancarkan Cahaya Biru diPajama Party.
Beberap bulan telah berlalu, Sun mendapatkan kabar bahwa Bintangnya itu akan mengadakan Konser ditempat tinggalnya. Sun sangat ingin menghadiri Konser itu, tetapi Konser itu akan dilaksanakan pada bulan Desember. Pada bulan Desember sedang giat-giatnya anak SMP ulangan dan harga tiketnya yang tidak murah.
Saat Sun mengetahui kabar itu Sun bergegas untuk meminta izin kepada kedua orang tuanya, supaya Sun bisa meghadiri Konser itu. Tetapi kedua orang tuanya tidak memberikan izin, karna belakangan ini banya ulangan yang Sun hadapi. Disitu Sun meminta mohon supaya Sun bisa menghadiri Konser itu walaupu ada syaratnya, dan apapun syaratnya. Melihat Sun seperti itu, akhirnya orang tua Sun memberi izin Sun untuk menghadiri Konser itu. Dengan syarat nilai ulangan khusus untuk mata pelajaran Matematika dan B.Inggris mendapatkan nilai 8. Tanpa berfikir panjang Sun langsung menyutujui persyartan itu, walaupun Sun tahu bahwa Sun tidak pernah mendapatkan nilai 8 pada mata pelajaran tersebut.
Hari yang menegangkanpun akhirnya datang, dimana Sun berusaha untuk mendapatkan nilai 8 pada mata pelajaran tersebut. Sebelum hari-hari yang menegangkan datang, malamnya Sun sudah belajar untuk mata pelajaran Matematika dan B.Inggris. Sesampai diSekolah Sun mengulangi pelajaran yang tadi malam Sun pelajari. Sun sudah melewati hari yang menegangkan itu, Sun tinggal menuggu hasilnya saja. Sun berharap semoga besok Sun bisa melihat hasilnya.
Keesokan harinya Sun berangkat Sekolah, Sun tidak sabar ingin melihat hasil ulangannya kemarin. Sesampai diSekolah Sun langsung mencari tempat dimana hasil ulangannya ditempel. Sun sudah mendapatkan temptnya , Sun mencari namanya dan langsung melihat nilainya. Ternyata  nilai mata pelajaran Matematika dan B.Inggris tidak semuanya mendapatkan nilai 8, yang mendapatkan nilai 8 hanyalah mata pelajaran B.Inggris sedangkan Matematika mendapatkan nilai 75. Ketika Sun melihat nilainya, Sun sedikit sedih karna Sun tidak bisa menghadiri Konser Bintangnya. Sun termenung dan melamun untuk mencari bagaimana caranya supaya Sun bisa menghadiri Konser Bintangnya itu. Sun mendapatkan ide, Sun berfikir jika Sun menyisihkan sebagian uang jajannya kemungkinan uangnya dapat digunakan untuk membeli Tiketnya.


Sesampai dirumah Sun pulang dengan wajah tertekuk, ibu Sun bertanya kepada Sun “Kenapa wajahmu tertekuk seperti itu?” Sun tidak menanggapi pertanyaan ibunya itu, Sun langsung masuk kamar. Ibu Sun tidak bingung ataupun kaget melihat tingkah Sun seperti itu, karna ibu Sun mengetahui bahwa hari ini nilai ulangan Sun akan diumumkan. Malam sudah tiba Sun keluar dari kamarnya untuk makan malam, dimeja makan ibu Sun berkata “Persyaratan tetaplah persyaratan.” “Lalu apa kau akan tetap menghadirinya?” sambung ayah bertanya kepada Sun. “Aku akan berusaha menyisihkan uang jajanku untuk membeli tiket itu.” Jawab Sun. Setelah semua makan ibu menghampiri Sun yang sedang merenung diluar rumah, ibu memberi saran kepada Sun, jika tidak bisa menghadiri konsernya Sun bisa melihatnya melalui DVD. Hari itu sudah larut malam, Sun masuk kekamar untuk tidur.
Hari demi hari Sun lewati dengan menyisihkan uang jajannya. Tibalah hari dimana Sun menghitung hasilnya itu, ketika Sun hitung ternyata perjuangannya tidak sia-sia. Waktu itu juga Sun pergi untuk membeli tiket konser itu. Sesampai ditempat penjualan tiket, Sun langsung mengikuti antrian. Cukup lama Sun mengantri akhirnya tiba waktu Sun untuk membeli tiketnya. Panitia menanyakan ingin membeli tiket Indoor atau Outdoor, tiket Indoor yang terisa hanya VVIP. Mendengarnya Sun terkejut, karna uang Sun hanya dapat membeli tiket VIP. Sedangkan jika Sun membeli tiket Outdoor itu sama saja seperti melihat dirumah, akhirnya dengan berat hati Sun tidak jadi membeli tiket itu.
Diperjalanan menuju pulang Sun teringat pada perkataan ibunya “Jika tidak bisa memghadiri konser itu, masih bisa melihatnya melalui DVD.” Ketika Sun melihat tukang Majalah Sun berfikir, Bintang itu sangatlah terkenal pasti jika konser sudah berlalu akan ada berita diMajalah. Dengan pemikiran seperti itu Sun bertekat akan membeli Majalah dan DVD tentang konser itu.
Seminggu sudah berlalu dan konserpun sudah terlewatkan. Hari itu Sun bangun lebih awal untuk membeli Majalah, matahari tidak terlalu panas dan udara yang sejuk hari itu sangat mendukung untuk menjelajah mencari Majalah. Pertama Sun mencari didekat tempat tinggalnya. Setiap sampai ditukang Majalah Sun melihat satu-per satu Majalah itu. Jika Sun melihat Majalah yang yang sedang dicarinya, tanpa  berfikir panjang Sun akan langsung membelinya. Sudah lebih dari 3 tukang Majalah yang dikunjungi oleh Sun, tetapi tidak ada Majalah yang sedang dicarinya itu. Dengan penuh harapan Sun melanjutkan penjelajahannya ke tukang Majalah yang lain. Ketika Sun sedang mencari-cari tukang Majalah terlihat diujung jalan ada tukang Majalah, Sun melewati tukang Majalah sambil mencuri-curi pandang untuk melihat Majalah-majalahnya.
Ketika Sun sedang curi-curi pandang Sun melihat satu Majalah yang menurut penglihatan Sun itu adalah Majalah yang Sun cari. Sun penasaran dengan Majalah itu, karna penasaran Sun menghampiri tukang Majalah itu dan melihat Majalah-majalahnya. Ternyata ditukang itu ada dua Majalah berbeda, tetapi berisikan berita tentang konser Bintang itu. Sudah puas melihat-lihat Sun pun membeli kedua Majalah itu. Sun pun sedikit lega karna sudah menemukan Majalah yang Sun inginkan, setelah mendapatkannya Sun bergegas pulang, karna hari sudah agak petang.

Sesampai dirumah Sun membaca satu persatu, halaman demi halaman, Sun terheran dengan halaman-halaman yang dibacanya setiap kabar tentang kabar Bintangnya itu selalu ada kalimat ‘SUPER JUNIOR’. Sun tidak terlalu memikirkan hal itu Sun tidak sabar menyambut hari esok untuk membeli kaset DVD. Melihat berita dari Majalah, sepertinya konser itu sangat menghebohkan, itu semua membuat Sun penasaran dan tidak sabar lagi.
Hari berganti hari, waktunya Sun untuk pergi ketoko kaset. Sampailah Sun ditoko kaset itu, sesampainya Sun langsung mencari kaset DVD yang Sun inginkan. Satu demi satu kaset, satu demi satu rak kaset Sun telusuri, sehingga Sun mendapatkan teguran dari salah satu pelayan toko “Maaf, Mbk. Ada yang bisa saya bantu?” tegur sipelayan. “Saya sedang melihat-melihat saja, siapa tahu nanti ada yang saya suka.” Jawab Sun. ketika pelayan toko itu pergi, Sun kembali melanjutkan pencariannya. Sedang lelah-lelahnya mencari, Sun tidak sengaja melihat kesalah satu rak kaset yang berada tidak jauh dibelakang Sun mencari. Dirak kaset tersebut sangat banyak orang yang menghampirinya, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Sun pun penasaran, karna penasarannya itu Sun menghampiri rak kaset tersebut. Ketika Sun melihat kaset apa yang sangat banyak dibeli orang, ternyata itu adalah kaset yang Sun cari. Tanpa berfikir panjang Sun langsung mengambilnya.
Ketika Sun hendak mengambil kaset itu, tiba-tiba ada tangan yang langsung menerobos untuk mengambil kaset itu juga. Sun kaget dan spontan Sun menoleh kearah datangnya tangan itu. Ternyata yang mengambil kaset itu seorang Pria, karna saking kesalnya Sun terhadap Pria itu Sun berkata “Itu kaset kepunyaan ku! Aku terlebih dulu melihatnya dibandingkan dengan kau!” Pria itu tersenyum dan berkata “Ditempat itu masih tersisa satu.” Sun tersenyum malu, karna sudah memarahinya. Pria itu hendak pergi, Sun pun mengambil kaset itu dan langsung menuju kasir. Sun bergegas pulang, untuk melihat konser tersebut, ketika Sun sedang menunggu kendaraan untuk pulang tiba-tiba Pria yang tadi didalam toko menghampiri Sun.
Pria itu berdiri disamping Sun dan memerkenalkan namanya kepada Sun, “Namaku Junior, panggil saja aku Jun.” “Aku Sun.” Sun memperkenalkan dirinya kepda Jun. Jun mengajak Sun untuk berbicara lebih banyak di CafĂ© dekat toko kaset tersebut. Sesampainya Jun bertanya kepada Sun “Sejak kapan kau menyukainya?”. “Menyukai apa?” jawab Sun bingung.”Bukankah kau tadi membeli kaset Super Junior?, berarti kau seorang ELF bukan?. Jadi sejak kapan kau suka dengan Suuper Junior?” jelasnya Jun kepada Sun. Sun tambah bingun, Sun pun balik bertanya “Super Junior? ELF? Siapa mereka itu?, aku membeli kaset ini karna kaset ini seperti Bintang dimimpi ku! Memangnya siapa Super Junior dan ELF itu?”
“Oke! Menurutku yang kau maksud Bintang dalam mimpimu itu pasti Super Junior, karna jika kau tidak tahu apa-apa kau tidak akan membeli kaset itu. Super Junior adalah Boy Band luar sedangkan ELF itu adalah nama fansnya, dan mereka berlambangkan Bintang berwarna Biru.” Jelas Jun. Sun dan Jun merbicara lebih banyak lagi. Sun mendapatkan banyak info tentang Bintangnya itu dari Jun. Setelah itu, Sun mendapatkan titik terang dimana mimpinya waktu itu menjadi kenyataan dan ini seperti Miracle yang tak terduga

Setelah hari itu pun Sun menjadi anggota ELF dan beberapa tahun kemudian salah satu StasiunTV mengadakan kuis Online. Sun dan Jun pun mengikuti kuis tersebusebut sebagai pasangan peserta, peserta yang dapat memenangkan kuis tersebut mendapatka hadiah undangan spesial konser Super Show Super Junior, dan mereka dapat menghabiskan waktu liburan selama 3 hari bersama Super Junior tersebut.
  

1 komentar :